Mengenal Tanah Adat Kajang
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu
Tabe' karaeng
Hari ini saya akan menceritakan sedikit identitas perilah Adat Kajang. Kawasan Adat kajang terletak di desa Tanah Towa, kecamatan kajang, kabupaten Bulukumba.
Suku Kajang ini di pimpin oleh seorang kepala suku yang dikenal dengan nama Ammatoa. Dia adalah orang yang di pilih oleh alam secara langsung untuk memimpin Suku Kajang ini. Adat kajang atau lebih di kenal dengan istilah Suku Kajang merupakan salah satu suku yang ada di provinsi sulawesi selatan. Suku Kajang termasuk suku yang memiliki banyak keunikan dan beragam kebiasaan yang telah di wariskan oleh nenek moyang kita.
Menurut kamus besar bahasa indonesia kata "adat" diartikan sebagai sebuah aturan, cara, kebiasaan yang tidak lazim yang diwariskan secara turun temurun. Sama halnya ketika kita membahas mengenai tanah adat Kajang ini tidak terlepas dari sebuah aturan, cara, budaya tingkah laku dan kesederhanaan yang selalu tampak di dalamnya. Ada satu hal yang sangat penting untuk menjadi bahan pandangan di tanah Adat Kajang ini yaitu, hidup dengan penuh kesederhanaan, dalam bahasa konjo istilah kesederhanaan di kenal dengan kalimat "tallasa kamase-kamase". Selain itu, membahas mengenai adat kajang ini juga tidak lepas dari aturan yang harus di patuhi baik sebagai warga setempat ataupun para pedatang atau wisatawan yang berkunjung ke tempat ini.
Salah satu aturan yang paling penting untuk di ketahui oleh setiap orang ialah penggunaan kostum atau pakaian untuk memasuki kawasan ada kajang ini. Memasuki kawasan adat Kajang ini setiap orang di haruskan memakasi pakaian serba hitam dan pantangan yang paling berat mengenai pakaian yaitu larangan memakai pakain berwarna merah. Ada banyak hal yang menjadi alasan mengapa pemakaian warna merah tidak di perbolehkan untuk memasuki kawasan adat ini. Merujuk pada penggunaan pakaian yang mengharuskan setiap orang untuk memakai pakaian serba hitam ini bermakna tentang kesederhanaan dan kesetaraan bagi semua masyarakat khususnya bagi masyarakat adat kajang.
Ada istilah atau argumentasi yang sering di katakan oleh para orang-orang bijak bahwa "Tanah itu adalah ibu" sepenggal kalimat ini dinilai sangat bermakna bagi masyarakat adat kajang ini. Mengapa tidak, bagi masyarakat adat kajang kalimat bahwa Tanah adalah ibu sangat di junjung tinggi, hal ini di tunjukkan dengan kebiasaan bagi masyarakat setempat untuk tidak menggunakan sendal atau alas kaki. Selain itu ada banyak sekali adat atau kebiasaan yang sering di lakukan oleh masyarakat adat kajang seperti, Pa'nganro, Baca doang, Akkalomba, Akkattere, Addangang.
Komentar
Posting Komentar